Dalam bahasa yang sederhana, sebetulnya sebuah Internet Service Provider (ISP)
berfungsi untuk menjual kembali sambungan yang dia beli dari Internet di luar
negeri ke pengguna Internet di Indonesia. Gambaran umum teknologi yang
digunakan di Internet Service Provider (ISP) terlihat pada Gambar 3.1.

Gambar 3.1: Cara kerja Internet Service Provider
Secara umum teknologi yang digunakan di sebuah Internet Service Provider (ISP)
sebetulnya relatif sederhana, yaitu: terdiri atas, Sambungan ke Internet di
luar negeri yang besar, dan biasanya sambungan yang digunakan berkecepatan
sangat tinggi. Beberapa ISP di Indonesia mempunyai kecepatan sampai beberapa
Giga bit per detik.
Sambungan Internet tersebut di sambungkan langsung pada router yang besar. Router ini akan membagi, dan mengatur komunikasi antara Internet dengan pelanggan.
Biasanya di ISP di pasang beberapa Server, baik untuk Web-mail maupun berbagai keperluan lainnya. Sebagian besar Server ISP dibangun menggunakan sistem operasi Open Source.
Pelanggan akan tersambung ke ISP dengan menggunakan berbagai teknologi sambungan yang berkecepatan beberapa ratus Kbps atau Mbps, dan pelanggan dapat menggunakan telepon, handphone, TV kabel atau Wireless Internet seperti menggunakan Antenna Wajan.
Sambungan Internet tersebut di sambungkan langsung pada router yang besar. Router ini akan membagi, dan mengatur komunikasi antara Internet dengan pelanggan.
Biasanya di ISP di pasang beberapa Server, baik untuk Web-mail maupun berbagai keperluan lainnya. Sebagian besar Server ISP dibangun menggunakan sistem operasi Open Source.
Pelanggan akan tersambung ke ISP dengan menggunakan berbagai teknologi sambungan yang berkecepatan beberapa ratus Kbps atau Mbps, dan pelanggan dapat menggunakan telepon, handphone, TV kabel atau Wireless Internet seperti menggunakan Antenna Wajan.
Macam-macam teknologi ISP
ADSL (Asymmetric Digital Subscriber Line) menggunakan jaringan telepon namun
berbeda dengan dial up. selain lebih cepat juga lebih unggul dari dial up
karena kita tidak perlu memutuskan jaringan internet apabila ada telepon masuk.
Jaringan ADSL yang tersedia di Jakarta adalah Speedy, Indonet, dll. Speedy
menggunakan kabel telepon dan disediakan oleh Telkom.
Banyak paket yang tersedia mulai dari yang limited maupun unlimited dan dapat di cek di sini. mulai dari yang paling murah 75 rb perbulan dengan limit 15 jam / bulan sampai paket unlimited 3mbps Rp 1.695.000 / bulan… Keuntungan memakai Speedy adalah coverage area yang luas karena menggunakan kabel telepon dan hampir di setiap rumah. selain itu untuk orang yang jarang memakai internet dapat memilih speedy karena ada paket 15 jam perbulan Rp 75.000.. selain itu modem atau registrasi paket speedy cukup murah yakni 75000 rupiah.. kerugiannya adalah tentu saja limit nya 15 jam untuk yang paling murah..
Selain itu speed nya adalah up to sehingga ketika jam sibuk akan terasa lebih lambat karena harus di bagi juga dengan orang lain dan juga tidak dapat dibawa-bawa (tidak mobile)..
Banyak paket yang tersedia mulai dari yang limited maupun unlimited dan dapat di cek di sini. mulai dari yang paling murah 75 rb perbulan dengan limit 15 jam / bulan sampai paket unlimited 3mbps Rp 1.695.000 / bulan… Keuntungan memakai Speedy adalah coverage area yang luas karena menggunakan kabel telepon dan hampir di setiap rumah. selain itu untuk orang yang jarang memakai internet dapat memilih speedy karena ada paket 15 jam perbulan Rp 75.000.. selain itu modem atau registrasi paket speedy cukup murah yakni 75000 rupiah.. kerugiannya adalah tentu saja limit nya 15 jam untuk yang paling murah..
Selain itu speed nya adalah up to sehingga ketika jam sibuk akan terasa lebih lambat karena harus di bagi juga dengan orang lain dan juga tidak dapat dibawa-bawa (tidak mobile)..
Koneksi
internet juga dapat melalui cable ( fiber optic) seperti yang
diterapkan oleh First media melalui layanan fastnet. harga yang
ditawarkan juga tidak mahal tergantung dengan paket yang dipilih. harga dapat di cek di sini. keuntungan
nya adalah tentu saja lebih stabil dan lebih cepat karena menggunakan
cable fiber optic. harganya yang cukup terjangkau. sedangkan kerugian
nya adalah harga modem nya cukup mahal dibandingkan speedy. sekitar 500 ribuan.namun jika
mengambil paket yang lebih besar dari 512kbps dapat pinjaman modem
sehingga tidak perlu beli lagi. selain itu koneksi ini tidak mobile juga
seperti speedy dan juga coverage area lebih sempit daripada jika
menggunakan kabel telepon, baru tersedia di kota Jabotabek dan Surabaya.
Koneksi
broadband lain adalah dengan menggunakan HSDPA (High-Speed Downlink Packet Access) adalah
teknologi yang dipunyai seluler untuk transfer data dalam waktu yang cepat.
atau biasa disebut teknologi 3,5 G lanjutan dari teknologi
3G.. salah satu penyedia layanan internet dengan menggunakan teknologi ini
adalah Telkom Flash. harga dapat di cek di sini. keuntungan yang
didapat dari teknologi tentu saja mobilitasnya. selama di daerah itu memiliki
sinyal telkomsel (dimana Telkomsel memiliki sinyal yang kuat sampai ke daerah2)
kita dapat meengakses internet. bahkan di dalam mobil yang sedang bergerak kita
tetap dapat mengakses internet walaupun kecepatannya akan berkurang.
kerugiannya adalah untuk kecepatan yang sama harga masih lebih murah jika kita
menggunakan ADSL maupun cable. Modem nya juga lebih mahal daripada modem ADSL
or cable. setau saya modem HSDPA dapat didapatkan minimal dengan 700.000
rupiah.
Selain
itu ada juga teknologi wireless yang dapat digunakan untuk mendapatkan
koneksi internet. Dengan wireless sendiri pun dapat di bagi menjadi 2
macam, yakni dengan modem Wireless yang dapat mobile atau dengan antena
yang tidak mobile. salah satu contohnya adalah netzap.
keuntungannya adalah bisa mobile selama masih dalam coverage sang ISP,
dan juga tanpa kabel sehingga memudahkan pemasangan dan lebih cepat
untuk trouble shooting.. sedangkan kerugiannya adalah mobilitas tidak
setinggi HSDPA (hampir dimana2 bisa dapet sinyal). dan wireless sendiri
juga dipengaruhi cuaca (hujan, angin, dsb) dan penghalanag seperti
gedung , pohon, dll. beberapa teman saya memakai NetZap di daerah kelapa
gading dan cukup puas dengan layanannya.
Di rumah saya sendiri saya sempat menggunakan
Speedy lalu saya ganti dengan fastnet 512 kbps.. menurut pengalaman saya
Fastnet lebih stabil dari pada Speedy (di rumah saya). karena sewaktu saya
menggunakan speedy, terkadang lampu WAN / ADSL nya mati dan berarti itu sedang
disconnect dengan server. saya memilih fastnet karena saya pikir saya tidak
perlu mobilitas yang tinggi. di kantor dan di kampus sudah ada internet jadi
tidak perlu bawa sendiri. dan juga saya jarang pergi keluar kota sehingga saya
pikir cukup menggunakan fastnet saja untuk keperluan study maupun bermain game
online dan browsing di waktu luang. Selama saya menggunakan Fastnet jarang
sekali putus… kalau pun putus biasa nya saya hanya hanya beberapa waktu dan
setelah saya repair IP sudah beres… berikut adalah speedtest saya menggunakan
fastnet di rumah


EmoticonEmoticon