Domain Internet Di Indonesia

19:38


Indonesia dikenali di Internet dengan Top Level Domain (TLD) .id,
seperti www.ristek.go.id untuk kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi.
Memang tidak ada keharusan bagi semua mesin di Indonesia untuk
menggunakan TLD-ID (.id) sebagai nama mesin yang digunakan. Banyak
juga yang menggunakan .com seperti detik.com dan kompas.com.
Pengelola Domain Tingkat Tertinggi (DTT)-ID secara tidak resmi
telah lama dimanfaatkan oleh Pusat Ilmu Komputer Universitas Indonesia
(PUSILKOM UI) dalam perangkat lunak pendukung UUCP, yaitu pathalias
dan uumap. Menurut mantan postmaster mesin indogtw.uucp, Partono Rudiarto
(Didik), DTT-ID telah digunakan sejak akhir tahun 1980-an. Tentu saja, yang
dapat menginterpretasikan domain seperti indogtw.ui.ac.id pada saat itu
hanyalah komputer yang menjalankan program pathalias pada program smail
atau sendmailnya. Keluhan pun banyak muncul, mengingat sebagian besar
masyarakat Internet tidak dapat memberikan reply pada e-mail yang berasal
dari Indonesia melalui simpul indogtw.uucp.
Desakan pun muncul agar

DTT-ID didaftarkan secara resmi.
Sejak tahun 1988, UI berupaya
mencari penyelesaian pengurusan
DTT-ID tersebut, dengan mendekati
beberapa institusi seperti Ditjen
POSTEL, P.T. Indosat, Perumtel
(kini P.T. Telkom), P.T. Lintasarta,
dan lain-lain. Sayang sekali, pada
saat itu, pengetahuan dan minat
institusi tersebut terhadap internet
sangat minim. Hingga awal tahun
1993, Universitas Indonesia (UI)
tetap menunjukan keberatannya
untuk menindaklanjuti pendaftaran
DTT-ID tersebut karena alasan
teknis maupun karena tidak ingin direpotkan secara administratif.
Titik terang terjadi setelah terbentuknya sebuah kelompok kerja informal
yang bertemu di UI (Depok) pada tanggal 8 Mei 1992. Hadir pada pertemuan
kelompok yang kemudian lebih dikenal dengan nama Paguyuban ini ialah
wakil-wakil dari BPPT, LAPAN, STT Telkom, dan UI. Hasil langsung dari
pertemuan Paguyuban tersebut ialah dibukanya:
■ link UUCP antara BPPT dan UI (Depok)
■ link radio 407 MHz antara UI (Depok) dan LAPAN (Rancabungur -
Bogor),
■ serta kemudian disambung link radio 139 MHz antara LAPAN
(Rancabungur) dan ITB.
Paguyuban dapat dikatakan menjadi perintis kerjasama jaringan
komputer antar institusi di Indonesia. Salah satu faktor pendukung suksesnya
Paguyuban ini ialah dukungan teknis jarak jauh dari sebuah mailing-list
(milis) bernama PAU-MIKRO pada alamat pau-mikro@ee.umanitoba.ca.
Pada awalnya, milis ini merupakan wahana komunikasi para staf PAU Mikro
Elektornika ITB yang sedang tugas belajar di luar negeri. Namun, kemudian
berkembang menjadi forum diskusi teknis terbuka, hingga dapat dikatakan
pada saat tersebut telah menjadi aset nasional.
Pembukaan link tersebut di atas menyebabkan peningkatan penggunaan
DTT-ID beserta DTD tidak resminya. Desakan untuk mendaftarkan DTTID
secara formal pun meningkat, menyebabkan UI memberanikan diri
mendaftarkan DTT-ID melalui bantuan UUNET di USA. Walaupun DTTID
sudah terdaftar sejak 27 Februari 1993, berita tersebut baru tersampaikan
UUNET (Kyle Jones) pada tanggal 4 Maret 1993. Orang yang menjadi
penanggung jawab pertama domain .id di Indonesia adalah Rahmat M. Samik-
Ibrahim dari UI.
Beberapa orang dan organisasi yang sempat bertanggung jawab sebagai
Top Level Domain (.id) di Indonesia adalah:
■ Rahmat M. Samik Ibrahim (Universitas Indonesia) 1993-1998.
■ Budi Raharjo (IDNIC http://www.idnic.net.id) 1998-2005
■ DEPKOMINFO 2005 selama beberapa bulan
■ PANDI (http://www.pandi.or.id) 2005 sampai sekarang

Artikel Terkait

Previous
Next Post »